iklan

Akibat Banjir, Sebanyak 482 Orang Warga di Makassar Mengungsi

Akibat Banjir, Sebanyak 482 Orang Warga di Makassar Mengungsi

Banjir yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, semakin merugikan warganya. Per 18 Januari 2023 pukul 13.00 Wita, data dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Makassar mencatat bahwa jumlah pengungsi akibat banjir telah mencapai 482 orang. Kondisi ini semakin memburuk dengan meluasnya wilayah terendam banjir, terutama di Kecamatan Biringkanaya yang sebelumnya hanya terjadi di Kecamatan Manggala.

Dari jumlah tersebut, 465 warga berasal dari Manggala, sementara 17 jiwa lainnya dari Biringkanaya. Dari total pengungsi, 225 di antaranya adalah laki-laki dan 257 perempuan. Tempat pengungsian utama adalah masjid yang aman dari banjir, dengan 8 titik pengungsian di Manggala dan 1 titik di Biringkanaya.

Camat Manggala, Andi Eldi Indra Malka, menyampaikan bahwa mayoritas korban banjir berasal dari Perumnas Antang Manggala. Mereka telah dievakuasi ke beberapa masjid, termasuk Blok 10 dan Blok 8, dengan total 444 jiwa yang tersebar di 8 tempat pengungsian.

"Kami terus berupaya menangani dampak banjir ini, dan lokasi pengungsian terus bertambah seiring dengan intensitas hujan yang meningkat," ujar Eldi pada Kamis (18/1/2024). Lebih lanjut, Eldi mengungkapkan bahwa beberapa warga terdampak masih enggan meninggalkan rumahnya dan memilih bertahan di lantai 2 rumah karena sudah memiliki persediaan.

Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap melakukan pemantauan berkala terhadap korban, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Eldi menambahkan bahwa diperkirakan lebih dari seratus rumah terdampak banjir, meskipun belum dapat merinci jumlah kepala keluarga yang terkena dampak.

Sejak Selasa (16/1), Perumnas Antang Blok 8, Kecamatan Manggala, Makassar, menjadi wilayah terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Kepala BPBD Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, menyatakan bahwa 167 warga telah mengungsi di tiga masjid di wilayah Manggala sejak hari Rabu (17/1). Meskipun ketinggian air mencapai 30 centimeter, jalan utama masih dapat diakses oleh masyarakat. Situasi ini memerlukan koordinasi dan bantuan pihak berwenang untuk menangani dampak banjir yang semakin meluas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel