Insiden Peluru Nyasar: Anak Anggota TNI Dilarikan ke Rumah Sakit dalam Operasi Tangkap Narkoba
Sebuah insiden tragis terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang melibatkan seorang wanita bernama SM (21), seorang anak anggota TNI. Ia harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru nyasar, yang ternyata berasal dari pistol seorang anggota polisi yang tengah menangkap seorang kurir narkoba. Kejadian ini menjadi sorotan karena menimpa seorang warga sipil yang tidak terlibat dalam kejahatan.
Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Tenggara, Kombes R. Bambang Tjahjo Bawono, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari pemantauan terhadap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) bernama IP (26). IP menjadi target polisi karena diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba dan merupakan residivis dalam kasus serupa.
Dengan surat perintah, petugas melakukan penggerebekan di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada tepat di depan Mako Brimob Polda Sultra pada Selasa (30/1) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, polisi menduga IP bersama seorang temannya sedang melakukan kegiatan ilegal.
Menurut Bambang, awalnya polisi mengindikasikan bahwa pelaku hanya berdua dalam mobil. Namun, saat upaya penangkapan dilakukan, pelaku menolak menyerah dan malah melarikan diri dengan mobilnya. Situasi menjadi kritis ketika salah satu polisi terancam keselamatannya karena pelaku menancap gas.
Dalam upaya melumpuhkan pelaku yang membahayakan, polisi terpaksa melakukan penembakan. Meskipun penembakan itu berhasil, pelaku berhasil melarikan diri. Setelah pencarian intensif, pelaku berhasil ditemukan di rumahnya di Kecamatan Konda, Konawe Selatan.
Selama pemeriksaan di rumah sakit, polisi mengetahui bahwa SM, seorang warga sipil yang tak terlibat dalam kasus narkoba, terluka akibat peluru nyasar pada insiden tersebut. SM telah menjalani perawatan medis akibat luka tersebut.
Kejadian tragis ini memunculkan keprihatinan di tengah masyarakat, terutama karena melibatkan seorang wanita yang tidak terlibat dalam aktivitas kriminal. Meski pelaku narkoba akhirnya berhasil ditangkap, tindakan penyelidikan dan penggerebekan ini menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan kekuatan yang proporsional oleh pihak kepolisian. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi penegak hukum untuk selalu memastikan keselamatan warga sipil selama operasi penangkapan dilakukan.